Aku tahu, selama ini aku selalu dan terlalu banyak melarikan diri. Terlebih melarikan diri dari kenyataan.
Aku memang pemalas dan aku mengakui kalau aku gak terlalu pintar. Tapi nyatanya aku gak sebodoh itu. Dan nyatanya kalau aku tersadar sedikit saja, aku bisa menjadi orang paling rajin.
Selama ini aku selalu menyepelekan hal-hal yang bagiku gak penting. Toh, untuk apa hidup bersusah payah kalau akhir-akhirnya akan menderita?
Tapi sekarang aku mengerti dan aku termotivasi dari seorang temanku.
Dulu ia gak begitu disukai. Karena ucapannya yang ceplas-ceplos, ia berbuat semaunya, dan ia punya kepercayaan diri yang besar. Bukan hanya itu, ia juga punya semangat yang rasanya gak akan pernah habis. Mungkin itu salah satu alasan kenapa aku begitu iri dan sangat sangat berharap punya semangat sebesar itu.
Lihat saja sekarang, berawal dari usaha kecil-kecilannya membuat suatu toko online, sekarang ia sudah sukses di usia muda dan bisa kuliah di luar negeri. Itu pencapaian terbesar menurutku.
Sedangkan aku? Aku malas menggerakkan bokongku yang seksi dari tempat tidur ini dan hanya menatap layar komputer sambil berandai-andai.
Saat itulah suatu pemikiran memasuki kepalaku.
Memangnya kamu bisa kaya kalau kamu hanya menjadi seorang pemalas dan selalu menunda-nunda?
Bukannya kamu ingin secepat mungkin melihat orangtuamu menyaksikan betapa indahnya Ka'bah dengan uangmu sendiri?
Kamu punya potensi, Dem. Yah, meski aku gak tahu aku punya bakat di bidang apa selain ngegombal, ngegembel, molor, dan makan. Tapi kalau mulai dari sekarang, mungkin aku bisa menemukannya secepat mungkin.
Lagipula, bukannya kamu punya banyak hal yang harus dan bisa kamu kerjakan selain bermain game di computer? Mengerjakan tugas akhir misalnya..
Ah, betapa malunya aku pada diriku sendiri. Selama ini aku begitu menyia-nyiakan waktu yang ada dan aku malah terlalu sibuk mengharapkan yang kuharapkan datang secara tiba-tiba.
Aku juga ingin membuat orangtuaku bangga, tentu aja. Dan aku ingin orang-orang melihat kesuksesanku, bukan keterpurukanku.
Semoga aja aku bisa melalui semua ini dengan baik. Dan aku makin menjauh dengan si 'malas' yang selama ini selalu bergelayut manja pada hidupku.
No comments:
Post a Comment