Wednesday, September 17, 2014

/abaikan/

Hari ini saya berhasil ngeliat Demim yang lain sedang ada di atas bukit dan tersenyum bahagia. Mungkin dia berhasil menemukan kebahagiaannya dan berhasil move-on from this shitty world lol.

Rasanya sudah sangaaaat lama sejak terakhir kali saya ngeliat dia bahagia dan kembali menghargai hidup seperti itu. Dari sudut pandang dia, saya juga diajarkan melihat dunia dari sudut pandang lain. 

Mungkin karena saya yang mencoba untuk down to earth makanya yang saya bisa lakukan hanya melihat sesuatu ke bawah. Sementara banyak hal lebih menarik ada di atas dan selama ini kok saya bego banget gak lihat-lihat ke atas.

Demim yang disana, saya sudah berhenti menatap ke bawah. Saat ini saya sudah berhasil menatap ke depan, masa sekarang. Saya sedang berusaha lebih keras untuk kamu. Dan semoga kamu bisa menerima hasilnya gak lama setelah ini. Setelah itu kita bisa menatap ke atas bersama-sama. :)

Untuk kamu, saya gak akan memberikan jari tengah saya pada dunia. Karena saya tahu, dunia maupun hidup adalah guru yang mengajarkan saya mengenai segala sesuatu. Mungkin karena dunia juga kini saya sudah bisa melangkah menuju lingkaran kedewasaan.

Saya akan membuat kita merasa hidup karena mencintai dan dicintai oleh kebahagiaan juga ketika sudah meraih kebebasan. Bukan karena merasa hidup karena apa yang telah diperoleh. Saya percaya kalau prestasi bukanlah arti dari sebuah hidup, meski prestasi adalah salah satu penunjang menuju kebahagiaan dan kebanggaan.

Live well, Dem. Live well.

Happiness cannot be traveled to, owned, earned, or consumed. Happiness is the spiritual experience of living every minute  with love, grace, and gratitude. 
-Denis Waitley



Wednesday, July 16, 2014

Ayah

Pernah suatu hari, gue ngeliatin punggung bokap pas bokap lagi tidur sama pas gue naik motor.